Membaca Surat Al-Ikhlas 10 Kali Akan Dibangunkan Rumah di Surga





Artu]inya:

1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

Berkata Asy Syaikh Badr Al Anazy Hafizhahullah :

Dari Mu’adz bin Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam : “barang siapa yang membaca Qul Huwallahu Ahad sampai akhir surat , sepuluh kali, Allah akan bangunkan bagi dia Istana di Jannah”

Dalam bab ini diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, riwayat Ath Thobarani dalam Al Ausath  (1/198) dengan sanad yang dhoif (lemah), juga diriwayatkan oleh Al Ghofiqi dalam Lumhatul Anwar (1597), juga diriwayatkan oleh Sa’id bin Al Musayyib secara mursal dalam Sunan Ad Darimi, Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsirnya , ini adalalah hadits Mursal yang Jayyid (baik),  Berkata Asy Syaikh Al Albany dalam Shohihah, Sanad hadits ini Shohih.

Kesimpulan : Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad (15588) Asy Syaikh Al Albany menyebutkan dalam Ash Shohihah, (589) : “Hadits  Ini Hasan Dengan Adanya Syawahid (Pendukung Dari Riwayat Lain)”


http://www.atsar.id

Doa Perlindungan dari Ghil



Inilah do'a yang dipuji oleh Allah Ta'ala, diamalkan oleh orang-orang yang datang kemudian di antara para sahabat radhiyallahu 'anhum, yakni sesudah muhajirin dan anshar. Didahului dengan memohon ampunan bagi diri mereka beriring memohonkan hal yang sama bagi saudara-saudara seiman yang lebih awal dalam keimanan, kemudian diikuti permohonan dijauhkan dari ghil. Allah Ta'ala abadikan doa mereka.

“Wahai Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan tumbuh ghil dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Hasyr, 59: 10).

Apakah ghil itu? Rasa tidak nyaman, tidak senang dan terganggu melihat keberhasilan, kebahagiaan, kegembiraan atau serupa dengan itu yang dialami saudaranya. Ini bentuknya yang ringan. Jika kita biarkan, ghil ini akan semakin kuat, sehingga perih hati melihat saudaranya seiman memperoleh nikmat. Ia merasakan kedengkian yang sangat kuat sehingga tak nyaman hidupnya, tak tenteram hatinya. Mungkin ia banyak berhibur, tetapi semakin jauh dari kebahagiaan.

Ghil dapat menimpa siapa saja. Seorang 'alim pun dapat mengalami. Ia tak nyaman, tak senang, dan bahkan gusar melihat muridnya berhasil. Sibuk ia menunjukkan bahwa dirinya orang yang lebih layak didengar.

 Jika tak berhati-hati sehingga tidak bersegera menepisnya, ghil itu dapat berubah menjadi hasad (الحسد). Ini penyakit hati sangat mematikan yang dapat menghalangi manusia dari kebenaran, padahal ia mengetahui kebenaran dengan haqqul yaqin. Bukan sekedar 'ilmul yaqin.

Bukankah hasad ini pula yang menyebabkan iblis berubah dari hamba yang sangat taat kepada Allah Ta'ala, kuat bersujud kepada-Nya, menjadi penentang Allah Ta'ala yang paling keras. Apa sebabnya? Hasad yang membakar. Tak rela ia melihat Adam dimuliakan.
Ghil membuat kita tak sempat bahagia. Kita bisa menghibur diri dengan beragam cara, tetapi bukan mereguk kebahagiaan. Andaikata kesenangan itu sama dengan kebahagiaan, tentu tak perlu ada artis-artis yang harus berurusan dengan narkoba. Mereka menghibur dan bersenang-senang, tetapi gersangnya hati tidaklah berkurang. Sesudah riuh kesenangan berlalu, di sudut kesendiriannya ia kembali terpaku. Kering. Gersang. Tak ada keteduhan jiwa. Tiada ketenangan hati.

Ghil membuat hati senantiasa gelisah. Galau tiap menjumpai seseorang atau sejumlah orang meraih nikmat, memperoleh kebaikan. Akibatnya yang paling dekat dengan dirinya sendiri adalah, ia semakin terasing dari kebahagiaan, rasa syukur dan ketenangan (muthmainnah), baik hati maupun jiwa. Demikian pula sakinah, semakin menjauh tanpa ada yang mengusik.


Robbanagh-fir lanaa wa li-ikhwaanina-lladziina sabaquunaa bil-iimaan, wa laa taj'al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, robbanaa innaka ro-uufun rohiim.

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (Al Hasyr [59]: 10).

Dinukil dan diselia dari "Agar Kebahagiaan Tak Menjauh"
Mohammad Fauzil Adhim


Doa Perlindungan dari Bisikan Setan

Syetan selalu berusaha menggoda manusia. Mereka masuk menggoda manusia dari pintu-pint nafsu, ujub, dengki, riya, dan sebagainya. Oleh sebab itu Allah SWT telah mengajarkan manusia melalui Nabi Muhammad SAW bagaimana cara berlindung dan menangkal godaan syetan ini. Dalam Al-Quran Al Kariim, Allah memrintahkan kita untuk selalu berdoa minta perlindungan dari Syetan.



"Rabbi a’uudzu bika min hamazaatisy-syayaathiin. Wa-a’uudzu bika rabbi an yahdhuruun"



Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung pula kepada Engkau  ya Tuhan ku agar mereka tidak mendekatiku.

Jadi saudara seiman,  marilah kita senantiasa membaca doa ini kapanpun dan dimanapun, khususnya ketika kita merasa sedang diganggu oleh syetan, ketika kita merasa bimbang dan ketika kita tidak merasa tidak tenang. Karena hanya kepada Allah lah tempat kita berlindung.


Doa Minta Perlindungan dari Hilangnya Nikmat Allah


Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata, “Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:

 “ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu ” (HR. Muslim no. 2739).

Faidah Doa:
Yang dimaksud nikmat di sini adalah nikmat Islam, iman, anugerah ihsan (berbuat baik) dan kebajikan. Jadi dalam doa ini kita berlindung dari hilangnya nikmat-nikmat tersebut. Maksud hilangnya nikmat adalah nikmat tersebut hilang dan tanpa ada penggantinya.

Yang dimaksud dengan berubahnya kesehatan (‘afiyah) adalah nikmat sehat tersebut berubah menjadi sakit. Yang dimaksud dengan ‘afiyah (sehat) di sini adalah berpindahnya nikmat ‘afiyah dari pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya. Jadi doa ini kita maksudkan meminta selalu kesehatan (tidak berubah menjadi penyakit) pada pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya.

Yang dimaksud fuja’ah adalah datang tiba-tiba. Sedangkan “niqmah” adalah siksa dan murka. Dalam doa ini berarti kita berlindung kepada Allah dari datangnya adzab, siksa dan murka Allah yang tiba-tiba.

Dalam doa ini, kita juga meminta pada Allah agar terlindung dari murka-Nya yaitu segala hal yang dapat mengantarkan pada murka Allah.

Imam As-Syaukani   mengatakan, “Rasulullah SAW berlindung dari hilangnya nikmat Allah. Karena itu hanya akan terjadi bila tidak mensyukuri nikmat dan tidak menjalankan apa yang menjadi hak dan tuntutan nikmat tersebut.


Fadilah Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat


Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Berikut beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.

1. Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
 “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”

Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”
Kapan Membacanya?

Sunnah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.

Imam Al-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum'at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/237).

Surat Al-Kahfi itu berjumlah 110 ayat, jika membacanya terasa berat sekaligus, menurut Syekh Ali Jaber boleh membacanya dibagi-bagi. Misalnya membaca sebagian pada malam jumat dan sebagiannya pada siang hari jumat.

Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:


Sumber: http://www.voa-islam.com dan buku Amalan Ringan Paling Menakjubkan Karya Syekh Ali Jaber

Jangan Lupa 3 Doa Luar Biasa Ini Ketika Sujud Terakhir Dalam Sholat


Syeikh Abdul Aziz Bin Baaz (semoga Allah merahmatinya) berkata : Merupakan 3 doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud

1. Mintalah Diwafatkan Dalam Keadaan Khusnul Khotimah


Allahumma inni as’aluka husnul khotimah

Artinya: “Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah”

2. Mintalah Agar Kita Diberikan Kesempatan Taubat Sebelum Wafat

Allahummarzuqni taubatan nasuuha qoblal maut

Artinya: “Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat”

3. Mintalah Agar Hati Kita Ditetapkan di Atas Agamanya


Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika

Artinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU”