Doa Ketika Kehilangan Barang atau Harta


Terdapat riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dimana beliau mengajarkan doa ketika kehilangan barang. Dari Umar bin Katsir, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau menjelaskan amalan ketika kehilangan barang,

”Dia berwudhu, kemudian shalat 2 rakaat, setelah salam lalu mengucapkan syahadat, kemudian berdoa,

Allahumma ya jami‘an nasi li yaumin la raiba fihi, ijma’ baiia wa baina dlallati fi khairin wa ‘afiyah.

Ya Allah, Dzat yang melimpahkan hidayah bagi orang yang sesat, yang mengembalikan barang yang hilang. Kembalikanlah barangku yang hilang dengan kuasa dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya barang itu adalah bagian dari anugrah dan pemberian-Mu’.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf no. 29720, al-Baihaqi dalam ad-Da’awat al-Kabir (2/54). Baihaqi mengatakan bahwa ini adalah hadits mauquf (perkataan shahabat) dan hadits ini statusnya adalah hasan”

Demikian pula dinyatakan oleh Abdurrahman bin Hasan, bahwa perawi untuk riwayat Baihaqi adalah perawi yang tsiqqah (terpercaya). (Tahqiq al-Wabil as-Shayib, Abdurrahman bin Hasan dibawah bimbingan Dr. Bakr Abu Zaid)
Allahu a’lam


Zikir Pagi Sore Agar Terhindar Dari Marabahaya Termasuk Virus Corona


Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu 'Anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba membaca di pagi dan sore hari:



Bismillahilladzii laayadhurruma’asmihi syaiummfirardhi walaa fissamai wahuwassami’ul’aliim

 “Dengan Nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu di bumi dan di langit yang bisa membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” sebanyak tiga kali (melainkan) tidak ada sesuatu yang membahayakannya.” (HR. Abu Dawud & Al-Tirmidzi, lafadz milik al-Tirmidzi)

Imam al-Tirmidzi menilainya sebagai hadits Shahih gharib. Dishahihkan Ibnul Qayim di Zaad al-Ma’ad (2/338) dan dishahihkan Al-Albani di Shahih Abu Dawud.

Diriwayatkan dari Aban bin Utsman, dari Utsman bin Affan ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang membaca,

 “Dengan Nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu di bumi dan di langit yang bisa membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” sebanyak tiga kali, ia tidak akan tertimpa musibah yang datang secara tiba-tiba hingga pagi hari. Dan siapa membacanya 3 kali di waktu pagi, ia tidak akan tertimpa musibah yang datang secara tiba-tiba sampai sore hari.” (Sunan Abu Dawud).

Aban bin Utsman (perawi hadits) mengaku pernah tertimpa penyakit lumpuh sehingga orang yang pernah mendengar hadits ini darinya melihat dirinya. Kemudian Aban bertanya kepadanya, “Kenapa engkau melihat kepadaku?! Demi Allah, aku tidak berbohong atas nama Utsman dan Utsman tidak berbohong atas nama Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Tetapi, hari ini yang aku tertimpa musibah ini, aku sedang marah sampai lupa membaca apa yang harus aku baca.”

Kapan dan Berapa Kali Membacanya?
Dari keterangan hadits di atas, dzikir ini dibaca pada pagi dan sore hari sebanyak tiga kali. Ini termasuk bagian dari bacaan dzikir di pagi dan sore hari.

Khasiat Dzikir
Dr. Abdurrazaq Al-Badr berkata, “Ini termasuk salah satu dzikir agung yang hendaknya seorang muslim menjaganya setiap pagi dan sore hari, agar dirinya terjaga dari bala’ (bencana) yang datang tiba-tiba atau terjaga dari tertimpa musibah, atau semisalnya karena sebab doa itu.”

Imam al-Qurtubi Rahimahullah berkata tentang hadits ini,
“Ini adalah kabar yang shahih dan perkataan yang benar. Kami sudah mengetahui dalilnya dan membuktikannya. Sejak mendengarnya, sungguh aku selalu mengamalkannya sehingga aku tidak pernah tertimpa mara bahaya sehingga aku meninggalkannya lalu aku disengat kala jengking di Madinah pada satu malam. Kemudian aku merenung, ternyata aku lupa berlindung (kepada Allah) dengan kalimat-kalimat terebut.” (Lihat: Al-Futuhaat al-Rabbaniyah, Ibnu ‘Alan: 3/100)


Doa Abu Bakar Dalam Sholat yang diajarkan Nabi SAW



Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, ia berkata pada Rasulullah SAW., “Yaa Rasulullaah, ajarilah aku sebuah doa yang dapat aku baca dalam shalatku.”
Beliau SAW menjawab, “Bacalah



Allahumma Inni Dzalamtu Nafsi Dzulman Katsiiran walaa yaghfirudz dzunuba illaa anta faghfirli maghfiratan min indika, war hamni innaka antal ghafuurur rahiim.

Ya allah, sungguh aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali hanya engkau. Maka berikanlah kepadaku ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang. (HR Al Bukhari-Muslim dan At-Tirmidzi).

Dianjurkan untuk membaca do’a ini sebelum salam. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin mengatakan bahwa do’a ini bisa jadi dibaca ketika sujud atau setelah tasyahud akhir /sebelum salam.



Doa Mohon Dilindungi dari Penyakit Kulit, Gila, Kusta Dan Berbahaya Lainnya


Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk senantiasa membaca doa berikut. Doa agar terhindar dari penyakit penyakit yang buruk, berbaya dan menular seperti penyakit kulit, kusta, gila dan lainnya.



Allahumma Innii A’uudzu Bika Minal Barashi Wal Junuuni Wal Judzaami  Wamin Sayyi-il Asqoomi (HR. Abu Dawud )

Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk  lainnya.”

Doa Mohon Ditempatkan Bersama Nabi di Surga


Di antara nikmat paling agung yang diharapkan oleh setiap Mukmin adalah masuk surga bersama Nabi saw. Untuk masuk surga bersama Nabi saw, selain mengikuti sunah-sunah dan ajaran-ajarannya, kita harus memperbanyak berdoa kepada Allah supaya kita ditempatkan bersama Nabi saw di surga-Nya. Di antara doa mohon ditempatkan bersama Nabi saw di surga adalah sebagai berikut;


“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak membimbangkan, kenikmatan yang tidak ada habis-habisnya, dan mengawani nabi-Mu Muhammad saw di surga tertinggi yang kekal.”

Doa ini merupakan doa sahabat Abdullah bin Mas’ud dalam setiap selesai melaksanakan salat fardu dan sunah. Imam al-Hakim meriwayatkan dalam kitabnya al-Mustadrak bahwa Abdullah bin Mas’ud berkata;

“Saya telah melaksanakan salat sejak ini dan ini, saya tidak pernah melakukan salat fardu dan sunah kecuali saya berdoa setiap selesai melaksanakan salat; Allohumma inni as-aluka imanan la yartaddu wa na’iman la yanfaddu wa murofaqata nabiyyika muhammadin shollallahu ‘alaihi wa sallama fi a’la jannatil khuldi.”


4 Hal Yang Layak Diminta di Dunia ini (KH. Maimun Zubayr)


Salah satu untaian pesan dari KH. Maimun Zubayr kepada murid-muridnya adalah tentang Doa apa saja yang layak dipanjatkan sehubungan dengan kehidupan dunia ini:

"Cung. lek, nyuwun Allah Ta'ala kui ojo akeh-akeh. Papat wae wes cukup”
(Nak. Kalau meminta kepada Allah ta'ala itu jangan banyak-banyak. Empat saja sudah cukup)

  1. Nyuwun nikmate Urip (mintalah ni'matnya hidup).
  2. Nyuwun rizqi lumintu (minta rezeki melimpah barokah).
  3. Nyuwun keluarga tentrem (minta keluarga tentram damai sejahtera).
  4. Nyuwun Bejo donyo acherat (minta keberuntungan dunia akhirat).


Doa Minta Cahaya



Allāhummaj‘al lī nūran fī qalbī, wa nūran fī qabrī, wa nūran fī sam‘ī, wa nūran fī basharī, wa nūran fī sya‘rī, wa nūran fī basyarī, wa nūran fī lahmī, wa nūran fī damī, wa nūran fī ‘izhāmī, wa nūran min bayni yadayya, wa nūran fī khalfī, wa nūran ‘an yamīnī, wa nūran ‘an syimālī, wa nūran min fawqī, wa nūran min tahtī. Allāhumma zidnī nūrā. Wa a‘thinī nūrā. Waj‘al lī nūrā. Waj‘alnī nūrā.


Artinya, "Ya Allah jadikanlah cahaya pada hatiku, kuburku, pendengaranku, penglihatanku, rambutku, kulitku, dagingku, darahku, tulang-tulangku, di hadapanku, belakangku, sisi kananku, sisi kiriku, sisi atasku, dan pada sisi bawahku. Ya Allah tambahkanlah cahaya bagiku. Berikanlah cahaya kepadaku. Jadikanlah cahaya bagiku. Jadikanlah diriku bercahaya."

Sumber: Kitab Majmu’ Syarif.