Doa Ketetapan Hati yang Sering Dibaca Nabi Muhammad SAW


Nabi Muhammad SAW sering membaca Doa untuk ketetapan hati seperti berikut:


YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIKA 

Artinya : Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu. 

Terdapat hadits-hadits yang menerangkan pentingnya doa tersebut:

1. Hadits Tirmidzi:

Telah menceritakan kepada kami Hannad; telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Abu Sufyan dari Anas dia berkata; adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terbiasa membaca do'a "YA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIKA (wahai Dzat yang membolak balikkan hati teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu)." Kemudian aku pun bertanya, "Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan kepada apa yang Anda bawa. Lalu apakah Anda masih khawatir kepada kami?" beliau menjawab: "Ya, karena sesungguhnya hati manusia berada di antara dua genggaman tangan Allah yang Dia bolak-balikkan menurut yang dikehendaki-Nya." Abu Isa berkata; Hadits semakna juga diriwayatkan dari An Nawwas bin Sam'an, Ummu Salamah, Abdullah bin Amr dan A'isyah. Dan ini adalah hadits Hasan, demikianlah kebanyakan telah meriwayatkannya dari Al A'masy dari Abu Sufyan dari Anas, dan sebagian yang lainnya telah meriwayatkannya dari Al A'masy dari Abu Sufyan dari Jabir dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun hadits Abu Sufyan dari Anas lebih shahih. (HR. At Tirmidzi No.2066)

2. Hadits Imam Ahmad

Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Abu Sufyan dari Anas ia berkata; Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam banyak mengucapkan doa: "YA MUQALLIBAL QULUUBI TSABBIT QALBI 'ALA DINIKA (ya Allah Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu)." Anas berkata; Maka kami berkata; "Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan kepada wahyu yang engkau bawa, maka apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?" beliau menjawab: "Ya, sesungguhnya hati itu berada di antara jari-jari Allah 'azza wajalla, Dialah yang membolak-balikkannya." (HR. Ahmad No.11664)


3. Hadits Imam Ahmad yang lain
Telah menceritakan kepada kami Abdushshomad dan Affan, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ali bin Zaid dari Ummi Muhammad dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak mengucapkan; "YA MUQALLIBAL QULUUB, TSABIT QALBI 'ALA DINIK WA THA'ATHIK (Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu)." Lalu dikatakan kepada beliau, wahai Rasulullah! Affan telah berkata; Aisyah telah berkata kepadanya, sesungguhnya engkau memperbanyak membaca; "YA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBI 'ALA DINIK WA THA'ATHIK (Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu)." Beliau bersabda: "Apa yang membuatku aman, sesungguhnya hati hamba berada diantara dua ujung jari Arrahman, apabila Ia berkehendak untuk memabalikkan hati seorang hamba maka Ia akan membalikkannya." Affan meriwayatkan; "Di antara dua jari dari jari jemari Allah Azzawajalla" (HR. Ahmad No.24938)

4. Dalam riwayat lain:
Ummu Salamah meceritakan bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam memperbanyak dalam do’anya:

اللَّهُمَّ مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Ya Allah, yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu
Ia berkata; saya berkata;

“Wahai Rasululah! Apakah hati itu berbolak balik?”
beliau menjawab:

نَعَمْ مَا مِنْ خَلْقِ اللَّهِ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ بَشَرٍ إِلَّا أَنَّ قَلْبَهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ

“Ya, tidaklah ciptaan Allah dari manusia anak keturunan Adam kecuali hatinya berada di antara dua jari dari jari-jari Allah.
فَإِنْ شَاءَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَقَامَهُ وَإِنْ شَاءَ اللَّهُ أَزَاغَهُ

Bila Allah Azzawajalla berkehendak, Ia akan meluruskannya, dan jiwka Allah berkehendak, Ia akan menyesatkannya.

Maka sering-seringlah untuk membaca doa ini, karena akan datang suatu masa dimana seseorang beriman dipagi hari lalu menjadi kafir disorenya, semoga kita terhindar dari malapetaka ini

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118).

Doa pendek ini baik dilakukan atau dibaca ketika sebelum salam sholat. Atau setiap sehabis sholat fardhu atau kapan saja sebanyak-banyaknya.




Doa Nabi Yusuf as.


Banyak karunia dan nikmat yang Allah limpahkan kepadanya. Ia menerima semua hal tersebut dengan penuh ikhlas, sabar dan syukur. Pada akhirnya, semua karunia ilmu dan kekuasaan tidaklah akan bermanfaat jika tidak diakhiri dengan husnul khatimah. Oleh karena itu Nabi Yusuf memanjatkan sebuah doa yang diabadikan Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an surat Yusuf surat 12 ayat 101.

Sebagai manusia biasa, kita sudah selayaknya melantunkan doa yang sangat mulia tersebut, tentu dengan tanpa menyertakan penyebutan kerajaan dan ilmu ta’bir mimpi. Doa tersebut berbunyi sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Allahumma faa thirassamaa waatiwal ardhi anta waliyyi fiiddun yaa wal aakhirati tawaffanii muslimaa wa alhiqnii bisshoolihiin.

Artinya”
Ya Allah, Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Maka wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shalih.

Wallahu a’lam bish-shawab.


Sumber:  arrahmah.com

Bolehkah Berdoa Agar Umur Panjang?

Dalam masalah ini terdapat dua pendapat ulama. Pertama yang Melarang dan yang kedua yang Membolehkan.

Pendapat Yang Melarang.
Pendapat yang melarang adalah berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ummu Habibah istri Nabi SAW, dimana beliau berkata;” Ya Allah karuniakanlah aku nikmat umur yang panjang sebagai istri Rasulullah, sebagai putri Abu Sufyan dan sebagai saudara perempuan Muawiyah”, kemudian Nabi bersabda,” Engkau telah memohon kepada Allah terhadap ajal yang telah ditetapkan, hari yang telah ditentukan, dan rezki yang telah dibagi. Tidaklah disegerakan sesuatu sebelum tiba waktunya, dan tidak akan diakhirkan jika telah tiba saatnya. Jika Engkau meminta kepada Allah agar terhindar dari siksa neraka atau siksa kubur tentu itu lebih baik dan lebih utama” (HR Imam Ahmad, Muslim, Ashim).

Berdasarkan hadits diatas Imam an-Nawawi berpendapat, bahwa tidak disunnahkan untuk berdoa agar berumur panjang, karena semua perkara telah ditetapkan. Namun dianjurkan untuk berdoa agar terhindar dari azab neraka dan azab kubur, karena merupakan salah satu bentuk ibadah dari ibadah-ibadah yang ditetapkan syariat. Sedangkan berdoa minta panjang umur bukanlah bentuk ibadah.  

Imam an-Nawawi juga memakruhkan ucapan orang yang berucap” semoga Allah memanjangkan umurmu.”

Pendapat Yang Membolehkan
Ibnu Hajar raberpendapat bolehnya berdoa agar panjang umur berdasarkan hadits riwayat Iman Al-Bukhori, dari Anas bin Malik, bahwa beliau berkata, “Ibuku berkata, “Ya Rasulullah,doakanlah pelayan kecilmu yang bernama Anas ini” Rasulullahpun mendoakannya dengan dengan doa,” Ya Allah, perbanyak lah harta dan anak keturunannya, dan berkahilah apa yang Engkau berikan kepadanya”.(HR Bukhori, Muslim, Tirmidzi).

Dalam jalur lain dari Hadits Imam Bukhori di atas berbunyi, “Ya Allah, limpahkan harta untuknya dan perbanyaklah anak keturunannya, panjangkan usianya, dan ampuni dosanya”

Ibnu Hajar menyebutkan bahwa diantara faedah yang dapat diambil dari hadits diatas adalah berdoa kepada Allah agar memperbanyak harta dan anak tidak menafikan kebaikan akhirat.

Abu Umar ad-Dharir dari Abu Awanah mengatakan bahwa semua memang telah ditentukan, termasuk ajal, dan doa agar dipanjangkan umur adalah sesuatu yang dibenarkan. 

Sebagaimana Nabi SAW mendoakan pelayannya yang bernama Anas agar dipanjangkan umurnya.  Dan Allah berhak menghapus dan menetapakan sesuai kehendak-Nya. Terkadang panjang umur dalam pengetahuan Allah disyaratkan dengan berdoa, sebagaimana hilangnya umur itu disebabkan karena kezaliman  dan kesewenang-wenangan.

Bukankah dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “ Tidak ada yang bisa mengubah ketetapan (takdir) Allahkecuali doa

Sedangkan Albani mengomentari hadits tentang Anas di atas dengan mengatakan “Hadits ini menjelaskan bolehnya mendoakan manusia agar panjang umur, sebagaiman adat yang terjadi disebagian negeri Arab. Dan tidak ada perbedaan antara hal ini dengan doa memohon keselamatan, karena semua hal itu telah ditentukan.”

Kesimpulannya: Berdoa agar panjang umur hukumnya adalah mubah sebagai mana doa Nabi SAW kepada pelayannya Anas ra. Meskipun yang lebih dianjurkan adalah tidak mengucapkannya, karena cukup bagi kita untuk meminta perlindungan dari siksa neraka dan kubur. Dan jikapun ingin berdoa agar dipanjangkan umur, hendaklah diimbangi dengan meminta keberkahannya dengan amal kebaikan yang dianjurkan syariat. 

Wallahu a’lam.

DR. Ibrahim An-Nua’im
    


Peran dan Keutamaan Doa (1)

  1. Doa merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dalam menjalankan perintahnya. Allah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Mukmin : 60 : “....Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya akan Ku perkenankan bagimu....”
  2. Doa adalah tanda selamat dari kesombongan. “Dan Rabbmu berfirman, Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepadaKU (berdoa kepadaKU) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS Al-Mukmin:60).
  3. Doa adalah salah satu sebab menangkal kemurkaan Allah. Nabi bersabda “Barang siapa yang tidak mau meinta kepada Allah, niscaya Allah murka kepadanya” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah. Disahihkan oleh Hakim).
  4. Doa adalah penyebab lapangnya hati, sirnanya kegundahan, penghilang kesusahan, dan mudahnya segala urusan.
  5. Doa merupakan tanda tawakkal kepada Allah. Karena pada hakekatnya seseorang yang berdoa kepada Allah ia meminta tolong kepada Allah dan menyerahkan semua perkaranya hanya kepada Allah.
  6. Doa adalah jembatan menuju jiwa besar dan tingginya kemauan. Sebab seorang yang berdoa sejatinya sedang bersandar kepada penopang yang kuat. Dengan berdoa ia bisa terbebas dari jerat makhluk, perbudakan dan pemberian mereka.
  7. Doa adalah tanda selamat dari kelemahan dan tanda kecerdikan seseorang. Nabi bersabda” Manusia yang paling lemah adalah yang lemah dalam berdoa, dan orang yang paling bakhil adalah yang bakhil dalam mengucapkan salam”.
  8. Doa adalah sebab utama ketegaran dan kemenangan atas musuh.
  9. Doa adalah tempat berlindung orang teraniaya dan tempat mengadu orang yang lemah.
  10. Doa adalah sunnah para nabi dan rasul, kebiasaan para wali dan orang saleh, serta pekerjaan kaum mukminin yang rendah diri.



Hasan bin Ahmad Hammam

Doa Nabi Ibrahim as

Nabi Ibrahim ‘alaihis salam adalah bapak para nabi dan rasul. Ia adalah kekasih Allah yang sangat memerhatikan pendidikan keagamaan anak cucunya. Ia membangun masjid pertama di muka bumi, yaitu Ka’bah dan Masjidil Haram di kota suci Makkah. Ia membawa anaknya dan istrinya dari Palestina ke lembah Makkah untuk membangun generasi yang bertauhid dan taat kepada Allah Ta’ala.
Dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala mengabadikan beberapa doa Nabi Ibrahim ‘alaihi salam. Berikut ini adalah salah satu doa beliau yang sudah selayaknya menjadi lantunan doa kita setiap saat.
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ (40) رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (41)
“Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.
Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).”(QS. Ibrahim [14]: 40-41)

Wallahu a’lam bish-shawab.
sumber: arrahmah.com


Doa Agar Bisnis Sukses Besar

Ibnu Umar ra. Meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW, dan laki-laki itu berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh dunia telah berpaling dariku, sehingga penghasilanku berkurang” Nabi SAW bertanya kepadanya,”Dimana posisimu dari salawatnya malaikat dan tasbihnya para makhluk, dimana dengan itu semua mereka diberi rezeki?”  Laki-laki itu balik bertanya, “Apa itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab,’ ucapkanlah :


Subhanallaahi wabihamdihi, Subhanallaahil ‘azhiim, Astaghfirullaah

Artinya
Maha Suci Allah dan bagiNYA segala puji, Maha suci Allah Yang Maha Agung, Ampunilah Aku Yaa Allah

Ucapkanlah sebanyak 100 kali diantara terbitnya fajar sampai engkau shalat subuh, maka dunia akan mendatangimu dalam keadaan tunduk dan takluk” (HR Al-Mustaghfiri ).

Setelah itu laki-laki tersebut mengamalkannya selama beberapa waktu. Kemudian dia datang kembali kepada Rasulullah dan berkata,” Wahai Rasulullah, dunia telah mendatangiku dengan berlimpah sampai aku tidak tahu ke mana akau harus menyalurkannya”.

Sumber kitab Doa-Doa Kunci Bisnis – karya Ust. Yusuf Mansur


Mustajabnya Doa Ketika Berbuka Puasa

Berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban setiap umat muslim. Ada waktu-waktu mustajab berdoa pada bulan ramadhan. Selain pada malam lailatulqadar juga terdapat waktu lain berdoa yang jika kita berdoa maka doanya tidak tertolak, yaitu ketika berbuka.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 3595, Ibnu Majah no. 1752. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya no. 2408 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah no. 1753.)


Dari dua hadits tersebut dikatakan bahwa waktu berbuka puasa adalah waktu mustajabnya untuk berdo’a, maka jangan tinggalkan untuk selalu berdoa memohon setiap hajat kita, hajat apa pun itu, dunia dan akhirat. Dan waktu doa disini berlaku untuk puasa wajib dan puasa sunnah karena haditsnya adalah mutlak untuk setiap puasa.

Doa Dimalam Lailatul Qadar


Dari Tirmidzi, Ibnu Majah meriwayatkan dari Ummul Mukminin 'Aisyah radliallahu 'anha, beliau berkata,

Aku berkata kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, apabila aku mengetahui waktu malam Al Qadr, apakah yang mesti aku ucapkan pada saat itu?" Beliau menjawab, "Katakanlah, Allahumma innaka 'afuwwun, tuhibbul 'afwa, fa'fu'anni (Yaa Allah sesungguhnya engkau Maha pemberi ampunan, suka memberi pengampunan, maka ampunilah diriku ini)." (HR. Tirmidzi nomor 3513, Ibnu Majah nomor 3850 dan dishahihkan oleh Al Albanirahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah nomor 3105).


Malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari 1000 bulan, akan datang pada sepuluh malam terkahir bulan ramadhan, maka perbanyak membaca doa ini pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.  Dan jika dibaca pada sepanjang Ramadhan itu akan lebih baik karena meminta maaf dan Ampun kepada Allah adalah suatu kewajiban dan kebaikan. Allah senantiasa memberikan ampunan, Dia memiliki sifat Maha pemaaf dan Maha pengampun. 

Atasi Cobaan Yang Sulit dengan DOA

Jika Anda mendapat cobaan yang sulit, tak ada yang pantas Anda lakukan kecuali berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Allah setelah bertobat dengan serius. Kekeliruan memang akan memperoleh balasan berupa siksa. Saat kekhilafan terhapus dengan taubat, terangkatlah penyebab siksa itu. Andaikata Anda bertobat dan berdoa namun tak ada tanda akan dikabulkan, periksalah diri Anda. Mungkin taubat Anda tidak benar.

Jika demikian, perbaikilah, lalu berdoalah terus dan jangan sekali-kali merasa bosan. Mungkin kemaslahatan akan Anda terima jika doa Anda tidak segera dikabulkan, atau mungkin jika dikabulkan, doa Anda tidak membawa maslahat apa-apa.  Meskipun demikian, Anda tetap mendapat pahala dan akan terus memperoleh manfaatnya. Diantara manfaat itu adalah Allah tidak memberi apa-apa yang Anda minta, namun Dia menggantinya dengan yang lain.

Jika iblis mendatangi Anda dan berkata, ”Betapa seringnya Anda berdoa, namun doamu tidak dijawab sama sekali” jawablah dengan jawaban yang membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Katakan kepadanya, “Saya berdoa untuk beribadah, Saya yakin bahwa jawaban dari doa itu pasti ada”.

Kemungkinan penundaan jawaban doa itu karena Allah melihat kepentingan yang berdoa. Jawaban akan datang pada saat yang tepat. Kalaupun tidak terjawab, yang pasti orang itu telah melakukan ibadah dan merendahkan diri didepan Sang Khaliq.

Berhati-hatilah, jangan sekali-kali meminta sesuatu kecuali dengan permintaan yang baik. Permintaan duniawi dapat menyebabkan permintanya terjerumus ke dalam jurang kehancuran.


Imam Ibnu Al-Jauzi dalam kitab Shaidul Khatir

Bacaan Ayat Kursi Selesai Sholat Wajib Menjadi Tiket Masuk Surga

doamuslim.com

Dari Abu Umamah ra, berkata Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang membaca ayat Kursi pada setiap selesai sholat wajib/fardhu, tidak akan pernah terhalang baginya untuk masuk surga kecuali maut”. (Hadits Riwayat Nasa’i dan disahihkan oleh Ibnu Hibban).


Jadi mari kita jadikan zikir membaca ayat kursi ini selesai sholat wajib sebagai salah satu zikir yang tidak pernah kita tinggalkan, selain zikir-zikir lainnya tentunya.


Doa Menyambut Bulan Rajab, Sya’ban Dan Ramadhan

 Doa tersebut berbunyi:


 (Allahumma baarik lana fii Rajaba wa Sya’baana Wa Ballighna Ramadhana)
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban. Dan izinkanlah kami menemui bulan Ramadhan”

Demikianlah doanya. Namun ketahuilah doa ini di dasari oleh hadits yang dhaif (lemah). Dengan kata lain, doa ini tidak diajarkan oleh RasullahShallallah‘alaihi Wasallam. Berikut penjelasannya:

Teks Hadits
Hadits ini terdapat dalam Musnad Imam Ahmad (1/256) dengan teks berikut:
 “Abdullah menuturkan kepada kami: ‘Ubaidullah bin Umar menuturkan kepada kami: Dari Za’idah bin Abi Ruqad: Dari Ziyad An Numairi Dari Anas Bin Malik, beliau berkata: ‘Jika bulan Rajab tiba Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa: Allahumma baarik lana fii Rajaba wa Sya’baana Wa Ballighna Ramadhana, dan beliau juga bersabda: Pada hari Jum’at, siangnya ada kemuliaan dan malamnya ada keagungan”

Takhrij Hadits :
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dalam kitab Amalul Yaum Wal Lailah (659) dari jalur riwayat Ibnu Mani’ yang ia berkata: “Ubaidullah bin Umar Al Qowariri mengabarkan kepadaku hadits ini”.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman (3/375), dari jalur periwayatan Al Hafidz Abu Abdillah ia berkata, “Abu Bakr Muhammad bin Ma’mal menuturkan kepada kami, Al Fadhil bin Muhammad Asy Sya’rani menuturkan kepada kami, dari Al Qowariri..”.

Hadits ini juga diriwayatkan Abu Nu’aim di kitab Al Hilyah (6/269) dari jalur periwayatan Habib Ibnu Hasan dan Ali bin Harun, mereka berdua berkata: “Yusuf Al Qadhi menuturkan kepada kami: Muhammad bin Abi Bakr menuturkan kepada kami, Zaidah bin Abi Ruqad menuturkan kepada kami hadits ini”.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al Bazzar dalam dalam Musnad Al Bazzar (lihat Mukhtashor Az Zawaid karya Ibnu Hajar Al Asqalani, 1/285) dari jalur periwayatan Ahmad bin Malik Al Qusyairi dari Za’idah.

Status Perawi Hadits
1. Za’idah bin Abi Ruqqad
Imam Al Bukhari berkata: “Hadits darinya mungkar”. Abu Daud berkata: “Aku tidak mengetahui riwayat darinya”. An Nasai berkata: “Aku tidak mengetahui riwayat darinya”. Adz Dzahabi dalam Diwan Adh Dhu’afa berkata: “Hadits darinya bukanlah hujjah”. Ibnu Hajar Al Asqalani berkata: “Hadits darinya mungkar”

2. Ziyad bin Abdillah An Numairi Al Bishri
Yahya bin Ma’in berkata: “Hadits darinya lemah”. Abu Hatim Ar Razi berkata: “Haditsnya memang ditulis, namun tidak dapat dijadikan hujjah”. Abu Ubaid Al Ajurri berkata: “Aku bertanya pada Abu Dawud tentang Ziyad, dan beliau menganggapnya lemah”. Ad Daruquthi berkata: “Haditsnya tidak kuat”. Ibnu Hajar berpendapat: “Ia lemah”

Pendapat Para Ahli Hadits Tentang Hadits Ini
  1. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (3/375) berkata: “Hadits ini diriwayatkan hanya dari Ziyad An Numairi, ia pun hanya meriwayatkan dari Za’idah bin Abi Ruqad, sedangkan Al Bukhari mengatakan bahwa Za’idah bin Abi Ruqad hadist-nya munkar”.
  2. An Nawawi menyatakan dalam Al Adzkar (274): “Kami meriwayatkan hadits ini di Hilyatul Auliya dengan sanad yang terdapat kelemahan”.
  3. Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam takhrij Musnad Imam Ahmad (4/100-101): “Sanad hadits ini dhaif”.
  4. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata dalam takhrij Musnad Imam Ahmad (4/180): “Sanad hadits ini dhaif”
  5. Syaikh Al Albani dalam takhrij Misykatul Mashabih (1/432) berkata: “Al Baihaqi menyatakan hadits ini aziz dalam Syu’abul Iman, namun Al Munawi melemahkannya dengan berkata: ‘Secara zhahir memang seolah Al Baihaqi memberi takhrij dan menyetujui keabsahan hadits ini. Namun tidak demikian. Bahkan Al Baihaqi melemahkannya dengan berkata: (beliau membawakan perkataan Al Baihaqi pada poin 1)’”


Sumber Artikel Muslim.Or.Id


Doa Untuk Ketetapan & Keteguhan Hati

Hati sangat vital dalam kehidupan seseorang. Sabda Rasulullah saw: “Ketahuilah bahwa pada jasad terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, jika ia buruk maka buruklah seluruh jasadnya, ketahuilah itu adalah hati” (Shahih Bukhari)

Ada beberapa cara menurut versi  Voaislam.com untuk memiliki hati yang unggul: Memperkuat iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan hari akhir; Takut kepada Allah;  Bergaul bersama orang-orang shaleh; Mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam;  Membaca Al-Qur’an ; Dan  Memperbanyak do’a kepada Allah.

Dalam hal embaca doa, doa-doa berikut ini merupakan pilihan doa yang baik untuk berdoa agar hati menjadi teguh, dan mantap dalam islam.


Allahumma musharrifal qulub, sharrif qulubana ala tha’atika.

“Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu.” (H.R. Muslim)


Ya muqallibal qulubi tsabbit qalbi ala dinika.

“Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.” (H.R. At-Tirmidzi, Ahmad, dan al-Hakim)


Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hab lanaa min ladunka rohmatan, innaka antal wahhaab
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Mahapemberi (karunia).” (Q.S. Ali Imran: 8)


Jangan Pernah Berhenti Berdo'a Sampai Allah Menjawabnya.


Suatu Kisah nyata, terjadi di Pakistan.

Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.

Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tibs diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.

Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?

Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuan anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.

Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.

Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua: Silahkan masuk, siapa ya? Terbukalah pintunya.

Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata: Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda.

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do'a yang panjang.

Dokter mendatanginya dan berkata: Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab do'a-do'a anda.
Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do'a-do'a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.
Bertanya Dr. Ishan: Apa itu do'anya?

Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo'a kepada Allah agar memudahkannya.

Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do'a.

Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.


https://www.facebook.com/pengusahamuslim

DOA Mustajab Ketika Bangun Diwaktu Malam


Dari Ubadah bin As-Shaamit ra. Berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda: Barang siapa yang bangun tengah malam lalu membaca :


Laa ilaaha illallaahu wahdahu Laa syariikalahu lahulmulku walahulhamdu wahuwa’alaa kullisyain qodiir. Alhamdulillaah,  Wasubhanallah, Walaa ilaaha illallah, Wallahuakbar, Walaa haulawalaa quwwata illaa billaahil ‘aliiyil’aziim.

“Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. MilikNya kerajaan dan bagiNya segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, dan Maha Suci Allah, Tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar. Dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung."

Kemudian bacalah Allaahummaghfirli  (Yaa Allah ampunilah aku) atau berdoalah minta sesuatu pasti akan diterima oleh Allah dan sekiranya berwudhu dan sholat pasti akan diterima shalatnya (HR Bukhari)


(Hadis shahih diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Tauhid. Dan Muslim meriwayatkan dalam kitab Dzikir, Doa, Tobat dan Istighfar. )  

Satu Juta Kebaikan Untuk Membaca DOA MASUK PASAR


“Barangsiapa masuk pasar, lalu membaca:


Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahulhamdu, yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khoiir, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir.

Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan, bagiNya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tanganNya semua kebaikan. Dan Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Allah mencatat untuknya satu juta kebaikan, menghapus darinya satu juta keburukan dan meninggikan untuknya satu juta derajat serta membangunkan untuknya satu istana di surga.” (HR. At-Tirmidzi 5/291, Al-Hakim 1/538, Ibnu Majah 2235 dan lainnya. Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih Ibnu Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/152, juga di 'Shahih Al-Jami' 1/1118).

Doa ini juga bisa dibaca ketika masuk MALL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TEMPAT-TEMPAT KERAMAIAN LAINNYA.

Keutamaannya besar dan dahsyat karena pasar, mall dan pusat-pusat keramaian biasanya melalaikan dan menjerumuskan, karena itu kalau kita ingat Allah dan berdzikir kepadaNya di tempat-tempat tersebut maka kita mendapat keutamaan yang besar dan dahsyat tersebut..


https://www.facebook.com/pengusahamuslim



Sikap Terhadap Doa Yang Belum Dijawab


Kita mendengar cerita tentang orang-orang saleh yang bermuamalah dengan Allah dengan cara yang benar, cinta, dan kasih. Allah kemudian memperlakukan mereka sebagaimana mereka bermuamalah dengan-Nya. Jiwa merekapun telah bening adanya.

Dizaman dahulu ada seorang ahli ibadah yang memohon hujan kepada Allah dengan berdoa, “Ya Allah keadaan macama apa ini? Aku sendiri tidak tahu apa yang harus ku perbuat. Berilah kami hujan.” Seketika itu juga turunlah hujan mengguyur bumi. Dikalangan sahabat ada Anas bin an-Nadhir yang berkata, “Demi Allah akan hancurlah gigi Rabi!”. Lalu terjadilah apa yang dia sumpahkan. Saa itu Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya ada di antara hamba Allah yang dikabulkan sumpahnya jika ia bersumpah (dengan nama Allah)”.

Mereka adalah golongan manusia yang selalu baik muamalahnya dengan Allah dan Allah pun balas bersikap lembut dan penuh kasih kepada mereka. Mereka berjalan sesuai dengan apa mereka yakini.

Di pihak lain, ada golongan manusia yang lebih tinggi dari mereka, namun jika mereka memohon tidak dikabulkan. Meski tidak langsung dijawab permintaan mereka, mereka tetap ridha kepada Allah. Tak terdengar protes dari mulut mereka; mereka terus dicekam rasa khawatir; mereka menundukan kepada penuh kehati-hatian; mereka merasa tak pantas melayangkan tuntutan kepada-Nya. Puncak harapan mereka adalah pengampunan. Jika mereka memanjatkan doa dan permohonan namun tidak terlihat juga jawabannya, mereka lantas mengoreksi diri mereka sendiri. Mereka berkata,” Orang-orang seperti kami memang pantas untuk tidak dijawab” atau mungkin mereka akan berkata,”Mungkin saja tidak dijawabnya doaku adalah demi kebaikanku juga.”

Mereka adalah sebaik-baik manusia, sedangkan orang bodoh adalah yang beranggapan bahwa apa yang dimintanya harus dijawab. Jika doanya tidak dipenuhi, batinya terasa sesak; mereka laksana meminta upah dari pekerjaan mereka; sepertinya mereka merasa telah mendatangkan manfaat kepada Sang Khaliq dengan ibadahnya.

Seorang hamba yang baik adalah yang rela dengan apa yang diperbuat Sang Khaliq  kepadanya. Jika mereka meminta kemudian permintaannya dipenuhi, mereka menganggap itu adalah keutamaan Allah. Jika tidak diterima, mereka sadar bahwa itu adalah tindakan Sang Maha Raja yang berbuat menurut kehendak-Nya terhadap hamba. Dengan demikian, taka da dalam hatinya satu hujatan pun kepada Tuhan.


Ubnu Al-Jauzy dalam Shaidul Khatir (dgn telah merevisi judul)

10 PENYEBAB TIDAK TERKABULNYA DOA


Ibrahim bin Adham pernah ditanya oleh salah seorang muridnya, “Mengapa doa kita sering tidak dikabulkan padahal ALLAH memberikan jaminan akan mengabulkan doa hamba-Nya?”

Ibrahim bin Adham menjawab,“Sesungguhnya ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.akan selalu mengabulkan doa hamba-Nya, namun ada beberapa perilaku manusia yang menghalangi dikabulkannya doa,yaitu:

1). Kalian mengerti tentang ALLAH,tetapi mengapa kalian tidak menaati-Nya?

2). Kalian membaca Al-Qur'an,tetapi mengapa kalian tidak mengamalkan isinya?

3). Kalian mengerti tentang setan,tetapi mengapa kalian mengikuti ajakannya?

4). kalian mengaku cinta kepada Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.,tetapi mengapa kalian mengingkari sunahnya?

5). Kalian mengaku cinta pada surga,tetapi mengapa kalian tidak beramal untuknya?

6). Kalian mengaku takut neraka,tetapi mengapa kalian selalu melakukan dosa?

7). Kalian mengatakan bahwa mati itu pasti terjadi,tetapi mengapa kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya?

. Kalian sibuk mengurus aib atau cela orang lain, tetapi mengapa kalian tidak mau memperhatikan aib sendiri?

9). Kalian memakan rezeki ALLAH,tetapi mengapa kalian tidak bersyukur kepada-Nya?

10). Kalian menguburkan mayat,tetapi mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?..

https://www.facebook.com/pages/YUSUF-MANSYUR

17 Doa-Doa Dari Al-Quran

1.    Surat Albaqoroh ayat 201


“Robbanaa aatina fidduniya hasanatan wafil aakhiroti hasanatan waqhinaa azaaban'naar. “

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat,  dan lindungilah kami dari azab neraka (QS Surat 2:201)

2.    Surat Albaqoroh ayat 250


“Robbanaa afrigh alainaa shobran wa tsabbit aqdaamanaa wansurnaa alal qoumil kaafiriin.”

Ya Tuhan kami, limpahkan kesabaran kepada kami, kokohkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir (QS 2:250)

3.    Surat Albaqoroh ayat 286


“Robbanaa laa tuaa khiznaa inna siinaa au akhto'na, Robbanaa wala tahmil ‘alaina isran kamaa hamaltahu, alallaziina min qoblina. Robbanaa Walaa tuhammilna maalaa tooqota lana bihi, wa'fu anna wagh firlana warhamnaa, Annta maulaana fansurna alal qhoumil kaafiriin”

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa, atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, jangalah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir. (QS 2:286)

4.    Surat Ali Imran Ayat 8


“Robbanaa la tuzigh quluubanaa ba'da iz hadaitanaa wahablana milladunka rohmah, Innaka anntal wahhaab.”

Ya Tuhan kami, janganlah engkau condongkan kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kmi rahmat dari sisi Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (QS 3:8)

5.    Surat Ali Imran ayat 147

“Robbanaghfir lana zunuubana wa isrofanaa fii amrinaa, wa tsabbit akhdaamanaa wansurna alal qhoumil kafiriin”

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir (QS 3:147).

6.    Surat Ali Imran ayat 193



“Robbanaa faghfir lanaa zunuubana wa kaffir anna sayyi-aatina wata waf'fana maal abroor.”

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang berbakti. (QS 3:193)

7.    Surat Ali Imran ayat 194

“Robbanaa wa aatina ma wa-attanaa alaa rusulika, wala tukh-zina yaumal qiyaamah, innaka laa tukhliful mi'aad.”

Ya tuhan kami,  berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul Mu. Dan jangalah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh Engkau tidak pernah mengingkari janji. (QS 3:194)

8.    Surat Al-A’raf ayat 23



“Robbanaa zolamnaa anfusana wa illam taghfirlanaa watar hamna lanakuunanna minal khoosiriin.”

Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami 
dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi! (QS7:23)

9.    Surat Al-A’raf ayat 126

“Robbanaa afrigh alaina sobron watawaffana muslimiin.”

Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-MU. (QS 7:126)

10. Surat Yunus ayat 85-86

Robbanaa La taj-alna fitnatallil qoumizzoolimiin, Wa najjinaa birohmatika minal qoumil kaafiriin.”

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir. (QS 10:85-86)

11. Surat Al-Kahf ayat 10

Robbanaa Aatina milladunka rohmah, wahai'yi lanaa min amrina roshada.

Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS 18:10)

12. Surat Al-furqon ayat 74

Robbanaa hablana min azwaajina wazur'riy'yaatina qurr'rota a'yun, waj'alna lil mut'taqiina imaamaa.

Ya Tuhan Kami, Anugerahkan kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS 25:74)

13. Surat Gafir ayat 7

Robbanaa wa si'ta kulla shai'ir'rohmatan, wa ilman fagh-fir lillaziina taabuu wattaba'uu sabiilaka waqihim azaabal jahiim.

Ya Tuhan Kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama) Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka.” (QS 40:7)

14. Surat Gafir ayat 8

Robbana wa adkhil hum jannaati adnillatii wa attahum waman solaha min aabaaa ihim wa azwaajihim wa zur'riyyaatihim, Innaka antal aziizul hakiim.

Ya Tuhan Kami, masukanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh diantara nenek moyang mereka, istri-istri dan keturunan mereka, Sungguh Engkau Yang Maha Perkasa, Maha bijaksana.” (QS 40:8)

15. Surat Al-Hasyr ayat 10

Robba'naghfir lanaa wali ikhwaani nallaziina sabaquunaa bil iimaani, walaa taj'al fii quluubina ghillallillaziina aamanu Robbanaa innnaka ro'uufur rohiim.

Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman terlebih dahulu dari kami, dan jangalha engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya tuhan kami sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang. (QS 59:10)

16. Surat Al-Mumtahanah ayat 4

Robbana alaika tawakkalnaa wa ilaika anabnaa wa ilaikal masiir.

Ya Tuhan kami, hanya kepada engkau kami bertawakkal dan hanya kepada engkau kami bertobat, dan hanya kepada Engkau kami kembali. (QS 60:4)

17. Surat At-Tahrim ayat 8

Robbanaa Atmim lanaa nuurona waghfirlanaa, innaka alaa kulli shai'in qadiir.

Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk  kami cahaya kami dan ampunilaj kami, sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS 66:8)