WAKTU WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA (2)

Pada tulisan bagian pertama telah diuraikan waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Berikut ini adalah pelengkap uraian pertama tentang waktu-waktu mustajab untuk berdoa.

Bulan Ramadhan dan saat berbuka puasa
Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh orang yang berpuasa saat berbuka memiliki doa yang tidak akan ditolak” (HR Ibnu Majah)

Saat dikumandangkannya Azan
Sahl bin Sa’ad ra berkata, “Rasulullah SAW bersabda,’Ada dua hal yang tidak akan ditolak, Doa disaat azan dan di saat genting ketika perang berkecamuk” (HR Malik, Abu Dawud, Ibnu Hiban dan Hakim)

Di saat Iqomah
Hadits diriwayatkan oleh Ahmad dari Jabir ra, “Apabila dikumandangkan iqomah maka pintu langit dibuka dan doa dikabulkan”

Saat membaca Alquran, terlebih ketika telah mengkhatamkannya
Imran bin Husain ra meriwayatkan bahwa ia pernah melewati seorang qari’ yang sedang membaca Al Qur’an kemudian meminta-minta, maka ia beristirja’ (mengucapkan Innalillahi wainnailaihi roojii’un), kemudian ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang membaca Al Qur’an, maka hendaklah ia meminta kepada Allah SWT dengannya. Sebab, nanti akan datang suatu masa ada orang-orang yang membaca Al Qur’an, lantas dengannya ia meminta-minta kepada manusia”

Ketika imam mengucapkan “Waladdholliiin” dalam sholat
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,”Apabila imam mengucapkan ‘Ghairil mghdhubi alaihim waladhoolliin, maka ucapkannlah, Aamiin, nisacaya Allah mengabulkan doa kalian”

Disaat minum air zam-zam
Ad-Daruquthni dan Hakim meriwayatkan dari hadits Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Air zam-zam  bermanfaat sesuai niat orang yang meminumnya. Bila kau meminumnya (dengan niat) untuk mencari kesembuhan, Allah akan menyembuhkan mu. Bila kau meminumnya (dengan niat) agar kau kenyang, Allah akan membuatmu kenyang. Dan bila kau minum (dengan niat) untuk menghilangkan dahaga, Allah pun akan menghilangkan dahagamu. Ia adalah hentakan sayap malaikat Jibril dan air minum Nabi Ismail.

Ketika berada di majelis ilmu
Sabda Rasulullah,” Tidaklah suatu kaum duduk untuk mengingat Allah kecuali mereka akan dinaungi oleh para malaikat, diliputi rahmat, ketenangan akan diturunkan di hati mereka dan Allah akan menyebut mereka di tengah-tengah makhluk yang ada di sisi Nya.